Student Success Story: Aprilia Maharani Putriwiloso

RAFA’S STUDENT SUCCESS STORY

 “Saya sangat bangga telah menjadi bagian dari RAFA International Dance School, dan kelak saya ingin menjadi Balerina yang membanggakan untuk RAFA”.

Aprilia Maharani Putriwiloso, lahir di Jakarta 14 April 2008. Ia tertarik dengan dunia ballet sejak TK, namun ketertarikannya ini baru dapat tersalurkan ketika April menginjak kelas 3 SD dan memutuskan bergabung dengan RAFA cabang LKP Halim Perdana Kusuma pada tahun 2017.

Setelah bergabung dengan RAFA, banyak manfaat yang dirasakan oleh April. Di antaranya, hobi yang tersalurkan, kesempatan untuk mempelajari teknik ballet dengan baik, kesempatan berprestasi serta banyaknya nilai kehidupan yang positif didapat. Namun, tanggung jawab utama pun tak April lupakan, yaitu menuntut ilmu pendidikan formal di sekolah. April pun mendapat nilai akademik yang memuaskan dan tak jarang April mendapatkan penghargaan menjadi siswa berprestasi di sekolahnya. Bagi April, kuncinya adalah disiplin membagi waktu dengan jadwal latihan dan sekolah itu yang terpenting.

Selain beragam prestasinya, Orang tua April merasakan manfaat juga melalui berbagai kegiatan dari RAFA, dengan mengikuti berbagai kompetisi, kepribadian April secara sosial emosional juga berkembang dengan baik. April menjadi anak yang mudah bergaul, banyak teman dan menjadi lebih lebih percaya diri. Walaupun pada awalnya, April harus melalui proses pembiasaan dan pengenalan dengan lingkungan dan teman-teman baru.

April dan Orang Tuanya mempunyai opini tersendiri terhadap RAFA, ia merasa cukup bangga telah tergabung dalam RAFA. Karena, meskipun tergolong sekolah tari baru, RAFA sudah bisa disejajarkan dengan sekolah-sekolah tari lain yang sudah cukup lama berdiri.Terbukti dengan RAFA telah berhasil mengirimkan murid-muridnya untuk berkompetisi kejuaraan kelas Asia, dengan membawa pulang hasil yang sangat memuaskan. Prestasi-prestasi ini tentunya tak luput dari peran pengajar di RAFA yang sangat paham akan silabus dan teknik ballet yang mumpuni. Dan yang paling April hargai adalah bagaimana para pengajar dapat membagi waktu dengan baik antara pekerjaan utamanya dan tanggung jawab mengajar ballet kepada April dan teman-teman di studio RAFA. Hal tersebut tentu menjadi contoh yang baik bagi murid-murid RAFA.

Teman-teman di RAFA pun sangat menyenangkan dan selalu saling support. 

Berbagai macam karakter dipersatukan dalam satu tim namun terasa seperti saudara.

Harapan dari April dan orangtua, agar RAFA terus berusaha menjadi yang terbaik di tengah maraknya sekolah-sekolah tari lain bermunculan. Hal tersebut tentu dapat tercapai dengan komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, seperti yang selama ini sudah berjalan dengan baik.